POE – Power Over Ethernet

Power Over Ethernet – POE adalah sebagai penyaluran tenaga listrik menggunakan kabel jaringan atau kabel Ethernet. Dimana listrik selanjutnya dialirkan memanfaatkan kabel twisted pair, baik UTP atau STP sebagai media transmisi daya.

PoE – Power over Ethernet digunakan sebagai power supply untuk remote device melalui port ethernet di jaringan. Dengan alasan yang paling utama adalah kemudahan instalasi perangkat tanpa perlu direpotkan pemasangan daya. Kebutuhan ini banyak digunakan untuk pemasangan perangkat seperti Access Point/CPE (wireless), Surveillance/IP Cam/CCTV, Video/Voice IP Phone PBX, Gas-Fire Alarms, Digital Signs, Network Router dan Access Control.

Standarisasi PoE – Power over Ethernet

Standarisasi PoE diatur oleh organisasi internasional yaitu Institue of Electrical and Electronic Engineers (IEEE). Dalam implementasinya terdapat istilah untuk mendefinisikan perangkat sesuai dengan fungsinya, yaitu PSE (Power Sourcing Equipment) dan PD (Powered Device).

  • Power Sourcing Equipment – PSE

    PSE (Power Sourcing Equipment) digunakan untuk perangkat yang memberikan supply daya melalui PoE. Secara umum perangkat yang berfungsi sebagai PSE ini salah satunya terdapat pada perangkat SWITCH. Saat ini sudah banyak perangkat switch yang memiliki fitur ini, dan teknologi PoE yang di transmisikan melalui perangkat switch disebut sebagai Mode A (endspan).

  • Powered Device – PD

    PD-Powered Device ini digunakan untuk perangkat yang menerima supply daya dari PSE. Contohnya seperti Access Point/CPE (wireless), Surveillance/IP Cam, Video/Voice IP Phone PBX, Gas-Fire Alarms, Digital Signs, Network Router dan Access Control.

Active PoE

PoE bisa melakukan negosiasi terlebih dahulu dengan perangkat. Ketika ada port yang dimasukan kedalam PSE maka akan dilakukan pengecekan apakah sesuai dengan kebutuhan dari perangkat. Jika tidak memenuhi kriteria konsumsi power dari perangkat tersebut maka daya tidak akan ditrasmisikan.

POE

Informasi Lainnya: Pemahaman Protokol TCP/IP

Teknologi Active PoE ini lebih dikenal dengan istilah standard 802.3af dan 802.3at. Dengan standar pengoperasian seperti ini dinilai lebih aman dan meminimalkan kerusakan perangkat penerima. Berikut tabel standard POE yang telah di tetapkan :

POE

Passive PoE

Teknologi ini sedikit berbeda dengan Active PoE dimana tidak ada negosiasi daya yang akan ditransmisikan. Sehingga untuk pemilihan Power sendiri kita diharuskan berhati-hati karena ketika requirement daya tidak sesuai dengan Perangkat maka bisa mengakibatkan kerusakan (Electrical Damage) pada Perangkat penerima dayanya.

POE

Passive PoE ini dibagi dalam beberapa fungsi antara lain :

  • PoE Splitter : PoE Splitter menerima sinyal PoE dengan data dan daya. Mereka memisahkan data dan daya ke dua jalur berbeda untuk mendukung perangkat non-PoE.
  • PoE Injector Manual : Injector PoE membawa data dan daya secara bersamaan melalui satu kabel Ethernet, dimana power di inject pada kabel jaringan sesuai standard yang di gunakan perangkat penerima.
  • PoE Repeater / PoE Extenders : adalah ekstensi tambahan untuk koneksi PoE di luar batas 100 meter untuk mengakses perangkat PoE yang jauh dari titik akses.

Pengembangan Standar POE

  • Two-pair Ethernet :

    Standar POE IEEE 802.3af tahun 2003, menyediakan sampai 15,4 W dari DC listrik (minimum 44 V DC dan 350 mA) pada masing-masing port. Tetapi hanya 12,95 W yang dijamin akan tersedia pada perangkat yang diberi daya karena sebagian daya di kabel hilang. Kemudian pada standar IEEE 802.3at tahun 2009, standar telah diperbarui atau dikenal sebagai PoE + atau PoE plus, menyediakan daya hingga 25,5 W untuk perangkat Tipe 2. Standar 2009 melarang perangkat menggunakan keempat pasang daya. Kedua standar ini telah dipublikasi menjadi standard IEEE 802.3 pada tahun 2012.

    Informasi Lainnya: Teknologi WiFi
  • Four-pair Ethernet :

    Standar IEEE 802.3bt tahun 2018 semakin memperluas kemampuan daya 802.3at. Atau dikenal sebagai PoE ++ atau 4PPoE. Standar ini memperkenalkan dua jenis daya tambahan : daya yang dikirim hingga 51 W (Tipe 3) dan hingga daya yang dikirim hingga 71,3 W (Tipe 4). Setiap pasang twisted pair perlu menangani arus hingga 600 mA (Tipe 3) atau 960 mA (Tipe 4). Selain itu, dukungan untuk 2.5GBASE-T, 5GBASE-T dan 10GBASE-T disertakan. Perkembangan ini membuka pintu ke aplikasi baru dan memperluas penggunaan aplikasi seperti titik akses nirkabel berkinerja tinggi dan kamera pengintai.

  • Single-pair Ethernet :

    Standar POE IEEE 802.3bt tahun 2016 terjadi amandemen dan memperkenalkan single/pasangan Power over data Lines (PoDL) untuk standar Ethernet pasangan tunggal 100BASE-T1 dan 1000BASE-T1 yang ditujukan untuk aplikasi otomotif dan industri. Pada standar dua pasang atau empat pasang, daya hanya ditransmisikan antar pasangan, sehingga dalam setiap pasangan tidak ada tegangan selain yang mewakili data yang ditransmisikan. Dengan Ethernet pasangan tunggal, daya ditransmisikan secara paralel ke data. PoDL mendefinisikan 10 kelas daya, mulai dari 0,5 W hingga 50 W.

Schematic Diagram POE 100BASE-T Mode A dan Mode B

POE

POE

Schematic Diagram PoE Splitter 100BASE-T Mode B

POE

Schematic Diagram Gigabit POE 1000BASE-T Mode A dan Mode B

POE


Informasi terkait lainnya:
Chat WhatsApp
WhatsApp